Home Informasi Artikel Tips #Cari_Aman Berkendara: Pentingnya Jarak Aman Biar Nyaman

Tips #Cari_Aman Berkendara: Pentingnya Jarak Aman Biar Nyaman

0 0
Tips #Cari_Aman Berkendara: Pentingnya Jarak Aman Biar Nyaman

Banjarmasin – Pentingnya memperhatikan keselamatan berkendara di jalan raya selalu menjadi perhatian PT Trio Motor selaku Main Dealer Honda di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Hal ini merupakan bentuk kepedulian bagi pengendara motor yang juga adalah konsumen dan pengguna kendaraan roda dua. Salah satu yang harus menjadi perhatian saat berkendara adalah jarak antar kendaraan saat berkendara dijalan raya, mengingat banyaknya jumlah pegendara dijalan raya karena setiap bulannya selalu ada penambahan jumlah pengendara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Hal penting yang juga harus diperhatikan adalah jarak antar kendaraan, dikarenakan banyaknya kecelakaan terjadi karena lalainya pengendara dalam memprediksi jarak aman ketika di jalan raya. Kelalaian tersebut memungkinkan terjadinya kecelakaan beruntun. Salah satu tips #cari_aman untuk pengendara yang kesulitan dalam mengatur jarak aman, yaitu dengan selalu berpatokan pada 3-4 detik jarak antara sepeda motor kita dengan kendaraan yang ada di depan.

Mengapa jadi 3-4 detik? Karena ketika berkendara, respon manusia untuk pengereman yaitu mulai dari mengidentifikasi, mengambil keputusan, dan kemudian melakukan pengereman adalah dalam selang waktu 0,5 – 1 detik, sedangkan respon kendaraan kita agar dapat berhenti secara sempurna adalah 2-3 detik dengan catatan kecepatan yang digunakan adalah kecepatan yang aman, yaitu 40km/jam. Pada kecepatan 40km/jam, dalam satu detik sama saja kita sudah melewati 11 meter, jadi dengan jarak antar kendaraan minimal 3 detik itu sama dengan sejauh 33 meter. Untuk dapat mengatur jarak tersebut bisa kita tentukan dengan cara memerhatikan kendaraan lain.

Adnan Kamal selaku Instruktur Safety Riding PT Trio Motor mengatakan kurangnya pengetahuan akan hal ini menyebabkan masih banyak pengendara yang sebenarnya sudah tertib dengan cara memberikan peringatan melalui lampu sein, tapi masih lalai dalam jarak penggunaannya. “Contoh kelalaian yang masih dilakukan seperti tiba-tiba saja menyalakan sein sesaat sebelum berputar balik atau terlalu jauh peringatan seinnya. Hal seperti itu juga perlu diperhatikan, karena lampu sein merupakan alat komunikasi dalam berkendara selain klakson,” ucap Adnan.