Tim Honda Perkenalkan Keselamatan Berkendara pada Murid TK dan PAUD Mentari Banjarmasin
Saat Selasa (20/12/2022), giliran TK dan PAUD Mentari di Basirih Selatan, Banjarmasin, Kalsel. Tim safety riding Honda bersama PT Sukses Motor Globalindo Gunung Tua memberikan edukasi kepada 50 murid.
Mengusung tema “Cari_Aman”, instruktur terlatih Honda, Yoga Prabowo, ditemani Unit Keamanan dan Keselamatan Polresta Banjarmasin memperkenalkan rambu-rambu melalui gambar menarik maupun melalui cerita atau dongeng.
Selain itu, para murid juga diajak untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas melalui lomba mewarnai dengan gambar bertema keselamatan berkendara. Serta, bersenang-senang dengan sejumlah permainan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai edukasi. Selain itu, Tim Safety Riding Trio Motor ini tak ketinggalan memanjakan para guru dan orangtua murid dengan fasilitas layanan servis murah yang berhasil mencuri perhatian. Salah satu orangtua, Fauziah Hanifah, mengucapkan terima kasih untuk edukasi yang diberikan Honda kepada anak-anak.
Termasuk, sejumlah aktivitas lainnya yang menawarkan kemudahan bagi para guru dan orangtua pengguna motor. Edukasi ini tentunya tidak hanya menjadi pembelajaran yang penting bagi anak-anak, namun juga menambah pengetahuan bagi para orangtua untuk lebih peduli pada keselamatan dengan selalu menggunakan perlengkapan aman berkendara. Salah satunya adalah mengenakan helm dan mematuhi peraturan lalu lintas, guna melindungi diri dan anak dari risiko kecelakaan. Dalam kesempatan tersebut Yoga Prabowo, Instruktur Safety Riding PT Trio Motor juga menjelaskan terkait pemahaman etika di jalan raya seperti halnya cara untuk menyebrang jalan.
Si penyeberang harus lebih dulu memastikan situasi benar-benar aman dengan rumus 4 T, yaitu tunggu sejenak, tengok kanan, tengok kiri, tengok kanan lagi dan kemudian menyebrang. “Anak-anak pada usia 0-6 tahun merupakan usia emas (golden age) untuk menumbuhkembangkan karakter yang nantinya akan terbentuk saat dewasa nanti. Karena itu, dengan mengnalkan safety riding sejak dini, diharapkan pola fikir anak akan terbentuk mengenai pentingnya keselamatan berkendara, sehingga mereka juga dapat menjadi duta dan pelopor tidak hanya untuk diri dan keularganya, namun juga bagi lingkungannya, “ ujarnya.
































