Jadi Pengendara Santun itu Mudah. Kuncinya, Kontrol Ego & Emosi!
Banjarmasin, welovehonda.com- Brosis, jalan raya adalah tempat yang berbahaya. Jangan karena sudah terbiasa mengendarai motor di jalan raya lalu jadi lengah. Harus selalu taat peraturan dan jadilah pengendara yang santun. Ingat, jalan raya bukan milik sendiri. Brosis harus rela berbagi dengan pengguna jalan lainnya!
Yang penting adalah Brosis harus bisa menjaga emosi kala berkendara dengan sepeda motor. Sudah sering nih kita lihat pengendara ngawur yang biasa ambil jalur seenaknya. Ketika seorang Bikers mudah tersulut ego & emosinya, maka resiko yang dihadapi ada 2, yakni mencelakakan dirinya sendiri, atau mencelakakan orang lain yang bahkan tak berdosa terhadap dirinya sendiri.
Seorang pengendara motor yang ang mudah terpancing ego & emosinya, akan sangat sulit untuk berkendara sesuai dengan standar keselamatan yang semestinya. Contohnya mudah dilihat, tak sedikit Bikers yang terpancing untuk berkendara jauh lebih cepat, jauh lebih agresif, atau bahkan 2-3x lipat lebih ekstrim dibanding biasanya, tanpa memikirkan kondisi jalan yang dilaluinya. Jalan lagi macet tapi serabat serobot dan selap selip diantara mobil. Bahkan perkara menyenggol spion mobil sudah bukan jadi perhatian lagi. Yang penting cepat sampai rumah!
Salahnya, hal tersebut seakan sudah menjadi tradisi. Misalkan pengendara lain yang tidak berniat untuk melanggar, melihat ada banyak orang lain yang mengambil jalur lain. Akhirnya ikut-ikutan melawan arus. Ada juga kasus dimana ada seorang pengendara yang berusaha dengan santun berhenti di belakang garis saat lampu merah terpaksa harus melanggar ketika puluhan motor di belakangnya memberondong dengan klakson karena minta lewat. Wah, hal ini justru enggak baik!
Memang banyak factor yang membuat seorang pengedara motor tidak mampu menahan emosinya. Misalnya kemacetan yang tak kunjung selesai. Ada pula factor luar seperti ada panggilan darurat dari rumah atau tempat berkegiatan yang mengharuskan hadir dengan cepat. Berkendara lebih cepat memang tidak salah. Yang salah adalah berkendara dengan ugal-ugalan dan ceroboh. Jika kondisinya memungkinkan, enggak salah juga kalau Brosis menarik grip gas lebih dalam dan melajukan motor dengan lebih kencang. Misalnya saat jalanan sedang lengang.
Sering juga kita temui berita klub motor yang arogan saat touring bersama. Padahal semestinya Brosis harus menjadikan momen riding bersama motor kesayangan, sebagai suatu aktifitas yang menyenangkan. Riding dengan sepeda motor membuat kita belajar hal baru yang kita temui di kerasnya Jalanan Indonesia. Macet, ya sabar. Bukan dengan pamer kebolehan power motor kesayangan, meliuk-liuk menari-berdansa di tengah keramaian jalanan!
So Brosis, jadikanlah jalanan kita lebih aman lagi. Tularkan tradisi berkendara dengan santun ke pengendara lain. Penerapannya gampang aja nih. Kalau ada 10 orang yang tertib berhenti di belakang garis saat lampu merah, kalau ada 1 orang yang melanggar pasti akan malu sendiri kok!- See more at: http://www.welovehonda.com/jadi-pengendara-santun-itu-mudah-kuncinya-kontrol-ego-emosi#sthash.1QIpGkeq.dpuf































