Home Informasi Artikel Mari Kita Berkendara Aman Saat Kondisi Berkabut dan Asap

Mari Kita Berkendara Aman Saat Kondisi Berkabut dan Asap

0 1069
Mari Kita Berkendara Aman Saat Kondisi Berkabut dan Asap

Banjarmasin- Akibat pembakaran hutan dan adanya cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia diperkirakan masih belum berakhir. Nah, buat pengendara yang tinggal di dataran tinggi atau kerap ditutupi asap atau kabut mesti ekstra hati-hati. Pasalnya hal tersebut bisa memperpendek atau bahkan menutupi jarak pandang pengendara. Jalan terbaik, kurangi kecepatan dan mengubah gaya berkendara untuk menghindari kecelakaan.

Team Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), merangkum beberapa tips aman berkendara saat cuaca berkabut dan beasap:

Pakaian perlengkapan berkendara
Pada saat berkendara gunakan perlengkapan berkendara sesuai dengan yang diajurkan seperti jaket, helm, sarung tangan dan sepatu. Untuk kesehatan pernapasan gunakan masker.

Rencanakan rute perjalanan
Ada baiknya mengamati seksama peta tujuan sebelum melakukan perjalanan ke daerah dataran tinggi. Tetap pantau prakiraan cuaca sebelum memulai perjalanan.

Gunakan lampu depan dan pastikan menyala
Untuk sepeda motor pastikan lampu depan hidup atau ”light on“ fungsinya menerangi jalan yang berada paling dekat dengan kendaraan disekitar. Sebaiknya jangan menggunakan lampu jauh sebab bisa mengganggu kendaraan dari arah berlawanan.

Jaga jarak 5 detik dari kendaraan lain
Selalu menjaga jarak 5 detik dari kendaraan lain yang berada di depan. Tujuannya, memberi waktu saat pengereman mendadak, 5 detik dianggap waktu yang cukup merespon kejadian yang tidak terduga. Hindari juga gerakan tiba-tiba saat berkendara di cuaca kabut. Dan penggunaan teknologi pengereman dengan CBS ( Combi Brake System ) dan ABS ( Anti-Lock Brake System ) sepeti yang ada pada sepeda motor Honda sangat diajurkan.

Jaga kecepatan konstan
Kabut / asap bisa mengganggu pandangan terhadap permukaan jalan, disarankan pengemudi tetap mempertahankan kendaraan dengan kecepatan tidak terlalu kencang dan konstan, biasanya 20-40 kpj. Hindari menyusul kendaraan lain bila tidak diperlukan. Usahakan tetap berkendara dalam satu jalur. Gunakan garis pembatas lajur sebagai petunjuk.

Hindari parkir saat kabut
Jika harus berhenti, carilah tempat parkir yang jauh dari ruas jalan. Lebih baik tidak berhenti sama sekali sebab ada kemungkinan tertabrak dari belakang.

Tetap fokus
Berkendara dalam kabut butuh banyak konsentrasi. Fokus tidak hanya untuk pengendara tapi juga penumpang. Jangan menggunkakan HP saat berkendara agar bisa lebih waspada.

Jangan berkendara bila memungkinkan
Berkendara dalam kabut bisa jadi sangat beresiko. Apabila visibilitas terasa sangat terganggu lebih baik tidak melakukan perjalanan, terutama saat malam hari.