Home Informasi Artikel Akali Performa Motor Tanpa Oprek Mesin? Ini Caranya Brosis!

Akali Performa Motor Tanpa Oprek Mesin? Ini Caranya Brosis!

0 111
Akali Performa Motor Tanpa Oprek Mesin? Ini Caranya Brosis!

Banjarmasin- Honda Lovers, punya motor yang nyaman dikendarai dan punya performa yang oke buat digeber kemana aja pasti emang harapan kita semua nih Brosis! Caranya biar motor selalu optimal ya mudah, pastikan motor Honda kesayangan rutin mampir ke AHASS buat servis sesuai waktunya.

Namun ada kalanya motor sudah rajin dirawat, tetep kerasa kurang optimal nih. Kayak ada yang kurang sreg di hati lantas pengen ini itu. Biasanya sih orang-orang bakal nyaranin oprek mesin, ganti knalpot, bore-up, dan sebagainya. Apa harus main oprek mesin nih biar motor jadi kerasa lebih ngacir?

Jangan salah Brosis! Ada banyak cara biar lari motor Honda kesayangan jadi makin oke. Nah solusi buat Brosis yang enggak mau oprek-oprek mesin, bisa atur-atur ukuran sprocket gear atau mata gigi baik yang depan maupun belakang.

Penjelasannya gini Brosis. Ukuran gear depan dan belakang adalah angka rasio final dari motor Brosis. Anggaplah motor Brosis memiliki gear depan 13 mata. Lantas gear belakangnya 39 mata. Berarti perhitungan rasio final motor kesayangan adalah 39:13 = 3. Nah udah ketauan tuh!

Lantas hubungannya dengan angka tersebut apa? Ini yang harus Brosis ingat-ingat. Semakin rendah angka rasio final dari standarnya, maka motor akan mendapatkan napas yang lebih panjang. Efeknya top speed akan meningkat. Kekurangannya tentu ada, yaitu akselerasi yang sedikit berkurang.

Lalu sebaliknya nih, jika angka rasio final lebih tinggi dari angka standarnya maka akselerasi akan meningkat dengan mengurangi napas di putaran atas. Sekarang kita jelasin penerapannya nih!

Berilah contoh yang sama seperti diatas, motor Brosis memiliki gear depan 13 mata dan yang belakang 39 mata. Jika ingin rasio final meningkat, Brosis bisa menambah jumlah mata gear depan atau mengurangi mata gear belakang. Misal Brosis menggunakan gear belakang 40 mata, maka rasio finalnya menjadi 3.07. Meski naiknya cuma 0 koma sekian, jangan salah. Akselerasi bisa kedongkrak naik!

Lalu kalau ingin tarikan atas terasa lebih panjang, brosis bisa mengurangi mata gear belakang atau menaikkan angka gear depan. Memang sih motor akan sedikit kekurangan tenaga saat awal digeber. Tapi buat trek panjang seperti touring, pasti bakal lebih nikmat nih!

Kegunaan oprek-oprek rasio final ini tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan juga Brosis. Motor Honda sudah dirancang sebaik mungkin oleh pabrikan dengan menyesuaikan kondisi jalanan di Indonesia. Namun jika Brosis tinggal di daerah yang berbukit-bukit, atau sering membawa beban berat enggak ada salahnya lho menaikkan angka rasio final agar motor lebih responsive. Betot gas dikit udah ngacir!

Nah kalau Brosis yang suka touring dan ketemu jalanan panjang, pastinya akan lebih enak dengan menggunakan rasio final yang lebih rendah. Namun dalam modifikasi ukuran sprocket juga jangan berlebihan. Kalau rasio gear jauh lebih tinggi dari standar, bisa-bisa motor nggak mau lari. Kalau jauh lebih rendah? Jelas jadi ngempos dong!